Banyak kajian menyebutkan meningkatnya degradasi moral remaja: perundungan, kekerasan, ujaran kebencian, pornografi, hingga kecanduan gawai yang mengikis empati dan rasa tanggung jawab sosial. Generasi muda juga mengalami kerapuhan mental akibat paparan konten negatif dan budaya viral yang menormalisasi perilaku menyimpang.
Tantangan pendidikan Islam di era generasi Z
Pendidikan agama Islam sering terjebak pada hafalan dan ceramah satu arah, sementara generasi Z membutuhkan pendekatan dialogis, kontekstual, dan integrasi ilmu agama dengan sains serta isu sosial kontemporer. Akibatnya, tidak sedikit anak muda yang religius secara simbolik, tetapi lemah dalam nalar kritis, adab bermuamalah, dan kepekaan sosial.
Fenomena “hijrah instan” dan kebingungan keagamaan
Fenomena hijrah instan dan munculnya “da’i prematur” di media sosial melahirkan semangat beragama yang tinggi tetapi dangkal secara keilmuan. Hal ini berpotensi memicu sikap eksklusif, klaim kebenaran tunggal, dan perpecahan di tengah masyarakat, jauh dari ruh Islam yang rahmatan lil alamin.
Peran strategis STAI Mujtahadah
STAI Mujtahadah dapat diposisikan dalam artikel sebagai kampus yang menyiapkan ilmuwan muslim yang kritis, moderat, dan berakhlak. Melalui tiga pilar unggulan—Pendidikan Islam, Penelitian & Pengembangan Ilmu, serta Pengabdian Masyarakat—kampus ini menjawab krisis dengan memadukan teks wahyu, realitas sosial, dan metodologi ilmiah.


Leave a Reply