Ulama Muda Mujtahadah Padamkan Api Hoaks Agama di Indonesia

Banjir Sumatra Desember 2025 picu lonjakan hoaks radikal di medsos, eksploitasi korban Aceh-Riau oleh kelompok ekstrem dengan narasi bencana ilahi, tingkatkan konflik antaragama saat literasi Islam moderat minim.

Hoaks Agama Viral: Banjir Jadi Bahan Bakar Ekstremisme

Platform TikTok banjiri konten dakwah radikal pascabencana, klaim banjir hukuman dosa tingkatkan rekrutmen pemuda rentan trauma, sementara moderasi beragama kalah saing algoritma sensasional. Di Riau-Aceh, 70% pemuda kurang paham fatwa digital, perburuk polarisasi saat bantuan zakat jadi ajang provokasi. Penelitian Kemenag catat peningkatan 35% hate speech agama online sejak banjir.

Tantangan Dakwah: Ulama vs Konten Creator Ekstrem

Ulama tradisional kesulitan saingi video pendek viral, kurang skill digital dan riset kontekstual, sementara pemuda butuh pendidikan Islam humanis anti-hoaks untuk cegah radikalisasi pascabencana. STAI minim integrasi sains-syariah hadapi AI generatif manipulasi ayat, picu krisis pemahaman moderat di era 2025.

STAI Mujtahadah: Benteng Dakwah Kritis Anti-Hoaks

STAI Mujtahadah satukan Pendidikan Islam, penelitian keilmuan, dan pengabdian masyarakat via tarbiyah humanis untuk ciptakan ulama moderat siap digital. Dosen seperti Ust. Ahmad Fauzi dan alumni Siti Aisyah kuasai berpikir kritis Islami, bentuk tim dakwah padamkan hoaks banjir di komunitas lokal. Mahasiswa M. Ridwan Hidayat tunjukkan inovasi sosial cegah ekstremisme via forum moderasi.

Taktik Ulama Mujtahadah Lawan Radikalisme Online

  • Fatwa Anti-Hoaks App: Verifikasi dakwah real-time kolaborasi BNPB pascabencana Sumatra.
  • Dakwah Podcast Moderat: Saingi TikTok dengan narasi Islam humanis trauma healing korban banjir.
  • Pengabdian Desa Digital: Pelatihan literasi agama di zona isolasi, cegah rekrutmen ekstrem.

STAI Mujtahadah bangun peradaban Islam moderat tangguh hadapi krisis digital 2025.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *