AICIS+ 2025 tarik 2.434 abstrak dari 31 negara, pilih 230 makalah unggul bahas ekoteologi Islam lawan krisis iklim via transformasi teknologi berkelanjutan. Inovasi Riset Expo pamerkan karya madrasah layak Scopus, buktikan generasi muda Islam siap publikasikan riset global.
Ilmuwan Muslim Modern Raih Nobel
Ahmed Zewail rebut Nobel Kimia 1999 via femtokimia, ukur reaksi atomik femtodetik untuk revolusi kimia molekuler. Aziz Sancar Nobel 2015 jelaskan DNA repair mekanistik, bantu obat kanker; Nergis Mavalvala deteksi gelombang gravitasi LIGO di MIT. Mereka lanjutkan Zaman Emas Islam ala Ibn Sina.
Dakwah Digital Santri Viral
Pengabdian santri Pesantren Bandar Tinggi produksi konten dakwah TikTok-Reels, tingkatkan engagement umat 300% via skill editing AI. Program KDBM kemah bakti pesantren transformasi usrah jadi agent perubahan sosial, pecahkan isu lokal seperti kemiskinan halal. Dakwah ini gabung spiritual dan empiris untuk ummah digital.
Pengabdian Masyarakat ala Islam Moderat
AICIS+ sinergi Asta Cita Prabowo, dorong riset Islam jawab perubahan iklim adil via ekoteologi Quran. Fakultas Saintek UIN Palu ikut panel multidisipliner, hasilkan solusi teknologi hijau berbasis syariah. Pengembangan masyarakat Islam target kesejahteraan via rekayasa sosial dan amal shaleh prioritas.
Masa Depan Peradaban Berkelanjutan
Indonesia pimpin diplomasi keilmuan dunia lewat AICIS+ Depok, jejaring 1.000+ riset 18 negara. Tren ini lahirkan ilmuwan Muslim unggul, moderat, siap kontribusi global tanpa tinggalkan iman. Era baru: sains Islam jadi solusi krisis 21 abad


Leave a Reply