Menggali Spirit Ijtihad di Kampus

Di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berubah, umat Islam menghadapi tantangan besar untuk menjaga relevansi ajaran agama dalam kehidupan modern. Inilah esensi dari ijtihad—upaya sungguh-sungguh untuk merumuskan hukum dan solusi baru berdasarkan sumber-sumber Islam otentik (Al-Qur’an dan As-Sunnah).

Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah hadir dengan misi sentral: mencetak mujtahid masa depan—cendekiawan Muslim yang tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan solusi kontemporer.

Pilar Pendidikan Tinggi Agama di Tengah Arus Modernitas

Pendidikan tinggi Islam hari ini harus melampaui pembelajaran teoretis. STAI Mujtahadah berkomitmen mengintegrasikan tiga pilar utama:

1. Kedalaman Ilmu Naqli (Ilmu Transmisi)

Fondasi utama seorang cendekiawan adalah penguasaan yang kokoh terhadap ilmu-ilmu keislaman klasik (seperti Tafsir, Hadis, Fiqih, dan Bahasa Arab). Ini memastikan bahwa setiap ijtihad atau pemikiran baru yang dihasilkan tetap berakar pada sumber otentik.

Tantangan: Bagaimana memahami teks-teks klasik tanpa terjebak pada pemikiran tekstualis yang kaku. STAI Mujtahadah membimbing mahasiswa untuk memahami maqashid syariah (tujuan-tujuan hukum Islam) di balik setiap dalil.

2. Kepekaan terhadap Ilmu Aqli (Ilmu Rasional)

Seorang mujtahid sejati tidak mengabaikan ilmu pengetahuan umum, sosiologi, psikologi, ekonomi, dan teknologi. Ilmu-ilmu kontemporer ini menjadi alat analisis (pisau bedah) untuk memahami konteks permasalahan umat masa kini.

Misalnya, bagaimana Fiqih Muamalah (Hukum Ekonomi Islam) berinteraksi dengan instrumen fintech dan pasar modal global.

3. Kontribusi Amaliah dan Pengabdian Masyarakat

Tujuan akhir dari ilmu di STAI Mujtahadah adalah kemaslahatan umat. Mahasiswa dilatih untuk mengaplikasikan ilmunya melalui dakwah, pengabdian masyarakat, dan solusi riil terhadap problem kemiskinan, pendidikan, dan moralitas.

Ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menggerakkan perubahan positif.

🎓 Lebih dari Sekadar Gelar: Menjadi Agen Perubahan

Lulusan STAI Mujtahadah tidak hanya mendapatkan gelar sarjana agama, tetapi juga dibekali kemampuan untuk:

  • Menjadi Pendidik dan Da’i yang Inovatif: Mampu menyampaikan ajaran Islam dengan metode yang relevan dan menarik bagi generasi Z.
  • Menjadi Praktisi Ekonomi Syariah: Menguasai prinsip-prinsip keuangan Islam yang mampu bersaing di pasar modern.
  • Menjadi Peneliti Agama: Mampu melakukan kajian mendalam terhadap isu-isu sosial-keagamaan yang kompleks, seperti radikalisme, pluralisme, dan etika kecerdasan buatan (AI) dari perspektif Islam.
Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *