Hadapi Radikalisme Digital: Peran STAI Mujtahadah di 2025

Generasi muda Indonesia kini terpapar ribuan konten ekstrem di medsos, dari propaganda radikal hingga narasi intoleran yang bikin gaduh. STAI Al-Mujtahadah hadir sebagai benteng, gabungkan ilmu agama dengan literasi digital untuk lawan ancaman ini.

Ancaman Nyata di Genggaman Tangan

Bayangin aja, sampai Agustus 2025, BNPT catat 6.402 konten radikalisme dan terorisme nyebar di Instagram, TikTok, sampe masjid virtual. Gen Z paling rawan, propaganda lone-wolf nyusup lewat akun seperti Indonesia Bertauhid, campur narasi anti-bid’ah dengan polarisasi pasca-pemilu. Kasus intoleransi naik jadi 260 peristiwa tahun lalu, termasuk perusakan rumah ibadah dan bullying berbasis agama yang tewaskan siswa SD di Riau. Krisis ini diperparah krisis moral: tawuran mahasiswa, pergaulan bebas, sampe individualisme gara-gara budaya instan digital.

Solusi dari Kampus Islami Humanis

STAI Mujtahadah punya jawaban lewat tiga pilar unggulan: pendidikan Islam terpadu, riset inovatif, dan pengabdian masyarakat langsung. Kurikulumnya tak cuma hafalan fiqih atau tafsir, tapi tanam moderasi beragama wasathiyah biar mahasiswa kritis tapi toleran. Contoh, kelas literasi digital Islami ajarin bedain hoaks radikal dari dakwah moderat, lengkap dengan praktik bikin konten positif. Riset keilmuan dorong kajian radikalisme digital, sementara pengabdian ke masyarakat seperti pelatihan anti-ekstrem di desa-desa.

Kisah Nyata Alumni yang Berubah

Ust. Ahmad Fauzi, dosen Tarbiyah, bilang kampus ini bukan sekadar teori tapi fondasi moral kuat. Alumni seperti Siti Aisyah angkatan 2019 cerita, belajar berpikir ilmiah tanpa lepas nilai spiritual, kini jadi pendidik yang lawan intoleransi di lapangan. Mahasiswa aktif M. Ridwan Hidayat tambah semangat, dosen dekat dan motivasi terus berkembang, bantu mereka jadi agen perubahan di era digital.

Gabung, Bangun Generasi Tangguh

STAI Mujtahadah buka pintu buat pemuda siap hadapi 2025: iman kuat, skill digital tajam, dan jiwa sosial tinggi. Daftar sekarang, jadi bagian dari peradaban Islam Nusantara yang moderat dan maju.

Categories:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *