Di era AI yang banjiri hoaks, STAI Mujtahadah latih generasi ijtihad algoritma, padukan fiqih klasik dengan etika tech untuk dakwah adaptif, jawab krisis global seperti bias AI di Indonesia.
Pendidikan Islam: STREAM Plus Berbasis Iman
Program Pendidikan Islam terapkan STREAM Plus (Science, Tech, Religion, Engineering, Arts, Math, Sport), bentuk guru moderat yang kuasai madrasah digital layani 500K siswa jauh, tanpa lepas akhlak.
Ust. Ahmad Fauzi tekankan: “Teori plus nilai Islam jadi fondasi moral.”
Repeatable: kurikulum update tahunan via kajian kontemporer, mahasiswa riset aplikasi lokal.
Penelitian: Kajian Islam Kontemporer AI
Pilar penelitian dorong inovasi seperti hermeneutika digital Al-Qur’an, adaptasi pemikiran kontemporer jawab dinamika zaman, produksi jurnal muda tentang Islam dan big data.
Mahasiswa kembangkan model dekonstruksi etika surveilans kapitalisme.
Repeatable: workshop bulanan, kolaborasi dosen-alumni untuk publikasi Scopus-level.
Pengabdian: Dakwah Virtual Desa Adaptif
Pengabdian masyarakat pakai media sosial kreatif ala milenial, kajian keliling hybrid tingkatkan literasi digital desa, sinergi 4 nilai: antisipasi, adaptasi, evolusi, inovasi.
Siti Aisyah alumni 2019: “Berpikir ilmiah tanpa tinggal spiritual.”
Repeatable: program santunan plus virtual dakwah, template untuk cabang daerah.
Generasi Ilmuwan: Dari Kampus ke Peradaban
M. Ridwan Hidayat rasakan: “Dosen motivasi berkembang di lingkungan suportif.”
Tiga pilar ciptakan muslim unggul hadapi 2026, dari deep learning PAI ke ekoteologi.
Repeatable: rekrutmen via beasiswa besar, testimoni alumni jadi konten promosi tahunan.


Leave a Reply