Pernahkah kamu merasa sangat lelah, bukan karena aktivitas fisik, tapi karena pikiran yang tidak bisa berhenti? Istilah kerennya adalah overthinking atau burnout. Di era media sosial, kita dipaksa untuk selalu terlihat sukses, cepat, dan sempurna. Akibatnya, banyak dari kita yang kehilangan ketenangan batin.
Di STAI Mujtahadah Pekanbaru, kita percaya bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal mengejar nilai IPK, tapi juga soal menjaga kesehatan “ruh”. Inilah mengapa kuliah di kampus berbasis agama Islam sebenarnya adalah metode healing terbaik di dunia modern.
1. Shalat dan Tadabbur: Meditasi Versi Terupdate
Dunia Barat baru-baru ini mempopulerkan teknik Mindfulness untuk mengurangi stres. Padahal, Islam sudah memiliki konsep ini sejak lama dalam bentuk Shalat yang Khusyuk. Saat kita fokus pada setiap gerakan dan doa, otak kita sebenarnya sedang melakukan restart. Di sini, kita belajar bahwa sujud adalah cara terbaik untuk melepaskan beban di pundak.
2. Menemukan Jawaban dari “The Original Self-Help Book”
Banyak orang menghabiskan jutaan rupiah untuk buku pengembangan diri (self-help books). Padahal, Al-Qur’an adalah panduan hidup paling lengkap. Di STAI Mujtahadah, kita tidak hanya membaca, tapi membedah bagaimana solusi Islam menjawab kegalauan ekonomi, sosial, hingga hubungan asmara anak muda.
3. Komunitas yang “Vibes-nya” Positif
Lingkungan sangat menentukan kesehatan mentalmu. Berada di lingkungan kampus yang menjunjung tinggi nilai akhlak dan ukhuwah (persaudaraan) akan membuatmu merasa diterima tanpa harus berpura-pura menjadi orang lain. Tidak ada persaingan yang tidak sehat, yang ada adalah saling merangkul dalam kebaikan.
4. Kuliah Sebagai Bentuk Jihad Intelektual
Pernah merasa bosan dengan tugas kuliah? Coba ubah sudut pandangmu. Di STAI Mujtahadah, setiap lembar makalah yang kamu tulis adalah bentuk ibadah (jihad ilmu). Niat yang benar akan mengubah rasa lelah menjadi lillah (karena Allah). Inilah yang membuat mahasiswa kita tetap “waras” dan bersemangat di tengah tekanan tugas.
5. Menyiapkan Masa Depan dengan “Tawakkal” yang Cerdas
Banyak mahasiswa cemas tentang kerja apa setelah lulus. Melalui pendidikan Islam, kita diajarkan untuk berusaha maksimal (ikhtiar) namun tetap tenang karena yakin pada ketetapan Allah (tawakkal). Strategi ini adalah “obat anti-cemas” paling ampuh menghadapi masa depan.
Kesimpulan: Cerdas Akal, Tenang Hati
Menjadi mahasiswa di STAI Mujtahadah Pekanbaru adalah perjalanan untuk menyeimbangkan antara ambisi dunia dan ketenangan akhirat. Kita tidak hanya belajar untuk menjadi sarjana, tapi belajar untuk menjadi manusia yang tangguh secara mental karena memiliki sandaran spiritual yang kuat.


Leave a Reply