Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menjadi topik hangat di awal tahun ini, dengan kuota Indonesia tetap 221.000 jemaah yang terdiri dari 203.320 reguler dan 17.680 khusus. Pemerintah mendorong persiapan lebih dini mengikuti timeline Arab Saudi yang dimajukan, termasuk batas akhir visa pada 1 Syawal 1447 H atau 20 Maret 2026.
Kuota dan Biaya Haji
Indonesia memperoleh kuota haji 2026 sebanyak 221.000, sama dengan tahun sebelumnya meski ada isyarat penambahan potensial seiring peningkatan fasilitas Saudi. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) diusulkan Rp88.409.450 per jemaah, dengan penurunan sekitar Rp1 juta dari 2025 untuk meringankan beban tanpa kurangi kualitas layanan. Ada 525 kloter penerbangan reguler untuk mendukung distribusi jemaah.
Timeline Persiapan Utama
Arab Saudi memajukan jadwal haji 2026, mulai dari penetapan kuota hingga penerbitan visa yang tutup 1 Syawal. Kemenag dan BP Haji fokus verifikasi data jemaah, inspeksi asrama, serta pendaftaran layanan Saudi untuk transisi mulus. Rapat koordinasi dengan Saudi di Jeddah tekankan persiapan awal agar hindari pemangkasan kuota.
Tantangan Menonjol
Tantangan utama termasuk jemaah lansia mencapai puluhan ribu yang butuh pendampingan intensif, serta cuaca ekstrem panas hingga 50 derajat Celsius di Mina dan Muzdalifah. Antrean panjang hingga 48 tahun di beberapa daerah dan kenaikan BPIH akibat kurs dolar juga jadi isu krusial. Selain itu, transportasi baru di Muzdalifah dan layanan katering perlu optimalisasi.
Peran Pendidikan Islam
Lembaga seperti STAI Mujtahadah dapat berkontribusi melalui penguatan manasik haji berbasis ilmu agama terpadu dan pengabdian masyarakat. Pendidikan karakter Islami membantu calon jemaah siap fisik dan spiritual hadapi tantangan global. Ini selaras dengan sinergi ilmu dan iman untuk generasi muslim moderat.


Leave a Reply