BLOG

  • Sarjana Agama Tapi Melek Digital? Inilah “Superpower” Mahasiswa STAI Al-Mujtahadah!
    Pernah dengar candaan, “Kuliah di STAI nanti kerjanya cuma kalau ada acara doa bersama?” Kalau masih ada yang berpikir begitu, mereka pasti belum update dengan dunia kerja abad ke-21. Di era di mana teknologi informasi menguasai segalanya, ilmu agama justru menjadi “Anchor” (jangkar) yang paling dicari. Di STAI Al-Mujtahadah Pekanbaru, kita tidak sedang mencetak sarjana yang sekadar hafal teks, tapi kita sedang membentuk Intellectual Leader yang berintegritas. Inilah alasan kenapa kuliah di sini jauh dari kata membosankan: 1. Menjadi “Filter” di Tengah Banjir Informasi Dunia digital saat ini… Read more: Sarjana Agama Tapi Melek Digital? Inilah “Superpower” Mahasiswa STAI Al-Mujtahadah!
  • Mengapa “Spiritual Mindfulness” Adalah Kunci Anti-Burnout bagi Mahasiswa Zaman Now?
    Pernahkah kamu merasa sangat lelah, bukan karena aktivitas fisik, tapi karena pikiran yang tidak bisa berhenti? Istilah kerennya adalah overthinking atau burnout. Di era media sosial, kita dipaksa untuk selalu terlihat sukses, cepat, dan sempurna. Akibatnya, banyak dari kita yang kehilangan ketenangan batin. Di STAI Mujtahadah Pekanbaru, kita percaya bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal mengejar nilai IPK, tapi juga soal menjaga kesehatan “ruh”. Inilah mengapa kuliah di kampus berbasis agama Islam sebenarnya adalah metode healing terbaik di dunia modern. 1. Shalat dan Tadabbur: Meditasi Versi Terupdate Dunia… Read more: Mengapa “Spiritual Mindfulness” Adalah Kunci Anti-Burnout bagi Mahasiswa Zaman Now?
  • Menjadi “Mujtahid” Modern: Mengapa Kuliah di STAI Mujtahadah Bukan Sekadar Mengejar Gelar?
    Di era di mana informasi bisa didapat hanya dengan sekali klik, banyak orang terjebak dalam fenomena “tahu sedikit tentang banyak hal, tapi tidak mendalam dalam satu hal pun.” Dunia saat ini tidak kekurangan orang pintar, tapi kekurangan orang yang mampu melakukan Ijtihad—berpikir sungguh-sungguh untuk menjawab tantangan zaman. Di STAI Mujtahadah Pekanbaru, kami tidak hanya mencetak lulusan yang hafal teks, tapi mencetak pemikir yang mampu memberikan solusi bagi umat. Inilah alasan mengapa pengalaman belajar di sini terasa berbeda: Apa yang Anda Dapatkan Selain Ilmu Akademik?Menjadi bagian dari keluarga besar… Read more: Menjadi “Mujtahid” Modern: Mengapa Kuliah di STAI Mujtahadah Bukan Sekadar Mengejar Gelar?
  • Kenapa STAI Mujtahadah Pekanbaru Adalah Tempat Kamu “Bertumbuh”?
    Di era yang penuh persaingan ini, punya gelar sarjana saja rasanya belum cukup. Dunia kerja dan masyarakat mencari sosok yang punya nilai lebih: mereka yang punya karakter kuat, mental pejuang, dan pemahaman agama yang moderat. Kalau kamu sedang mencari kampus yang tidak hanya memberikan bangku kuliah, tapi juga ekosistem untuk membentuk jati diri, maka STAI Mujtahadah Pekanbaru adalah pelabuhan yang tepat. Sesuai namanya, kami adalah tempat bagi para “Mujtahid” muda—mereka yang bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu dan membawa perubahan. Apa yang Menarik dari Kuliah di STAI Mujtahadah? Kami percaya… Read more: Kenapa STAI Mujtahadah Pekanbaru Adalah Tempat Kamu “Bertumbuh”?
  • Mengapa Dunia Butuh Lulusan STAI Mujtahadah yang “Lapar” dan “Berbahaya”
    Banyak orang salah kaprah. Mereka pikir kuliah di kampus Islam berarti hanya duduk diam, menghafal teks kuno, dan menjauh dari hiruk-pikuk dunia. Di STAI Mujtahadah Pekanbaru, kami membongkar stigma itu. Nama “Mujtahadah” diambil dari akar kata Ijtihad—sebuah kerja keras intelektual untuk menemukan solusi. Di era disrupsi ini, kita tidak butuh lulusan yang hanya bisa “mengekor” pada sistem yang sudah ada. Kita butuh individu yang “lapar” akan ilmu dan “berbahaya” dalam artian memiliki ketajaman berpikir untuk merombak tatanan ekonomi dan pendidikan yang kaku. 1. Ekonomi Syariah: Bukan Sekadar Label… Read more: Mengapa Dunia Butuh Lulusan STAI Mujtahadah yang “Lapar” dan “Berbahaya”
  • Spiritualitas Mujtahid: Mengonstruksi Nalar Kritis Muslim di Tengah Tsunami Algoritma
    Di era di mana “kebenaran” sering kali ditentukan oleh jumlah likes dan viralitas, tantangan dunia pendidikan Islam telah bergeser. Bagi STAI Al-Mujtahadah Pekanbaru, pendidikan bukan lagi sekadar soal transfer hukum fikih atau sejarah, melainkan tentang menghidupkan kembali semangat Ijtihad—sebuah upaya intelektual sungguh-sungguh untuk menjawab persoalan kontemporer yang belum ada presedennya. 1. Reclaiming “Ijtihad” sebagai Literasi Digital Kata “Mujtahadah” mengandung pesan bahwa mahasiswa tidak boleh menjadi konsumen informasi yang pasif. Di tengah arus informasi (dan disinformasi) yang dikendalikan oleh algoritma media sosial, lulusan STAI Al-Mujtahadah dididik untuk memiliki Integritas… Read more: Spiritualitas Mujtahid: Mengonstruksi Nalar Kritis Muslim di Tengah Tsunami Algoritma
  • Menjadi Mahasiswa “High-Value”: Mengapa Berpikir Kritis adalah Sunnah yang Sering Terlupakan?
    Di era gempuran informasi dan berita palsu (hoaks) yang membanjiri grup WhatsApp dan feed media sosial, menjadi mahasiswa yang sekadar “pintar” tidaklah cukup. Kita butuh mahasiswa yang mampu memfilter informasi, atau dalam istilah akademiknya memiliki kemampuan Critical Thinking. Menariknya, berpikir kritis bukan hanya tuntutan dunia kampus, melainkan perintah yang berulang kali disebut dalam Al-Qur’an melalui kalimat: “Afala tatafakkarun?” (Apakah kamu tidak berpikir?). Berikut adalah cara bagaimana mahasiswa STAI Al-Mujtahadah bisa mengasah kemampuan berpikir kritis sebagai gaya hidup: 1. Budaya Tabayyun di Era Digital Berpikir kritis dimulai dari Tabayyun.… Read more: Menjadi Mahasiswa “High-Value”: Mengapa Berpikir Kritis adalah Sunnah yang Sering Terlupakan?
  • Menjadi Intelektual Muslim yang Solutif: Menghidupkan Spirit “Mujtahadah” di Era Perubahan
    Nama kampus kita, STAI Mujtahadah, bukan sekadar identitas geografis, melainkan sebuah visi besar. Kata Mujtahadah berakar dari semangat untuk bersungguh-sungguh dan berijtihad dalam mencari kebenaran serta solusi bagi umat. Di era informasi yang seringkali membingungkan ini, mahasiswa sekolah tinggi agama Islam memikul tanggung jawab yang lebih besar: menjadi jembatan antara teks-teks suci dan realitas sosial yang dinamis. Mengapa Kuliah di STAI Mujtahadah Sangat Relevan Saat Ini? Tips Menjaga Semangat Belajar bagi Mahasiswa STAI: Penutup Masa depan umat ditentukan oleh sejauh mana para pemudanya bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu hari… Read more: Menjadi Intelektual Muslim yang Solutif: Menghidupkan Spirit “Mujtahadah” di Era Perubahan
  • Crypto Zakat ala Fiqih Modern: STAI Mujtahadah Jawab Tantangan Digital Umat
    Bitcoin naik turun kayak roller coaster, tapi zakatnya gimana kalau asetnya gak kelihatan? Di STAI Mujtahadah Pekanbaru, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah lagi gila-gilaan riset nishab kripto—hitung haul dari wallet digital sampe NFT wakaf yang bisa dipake umat via blockchain. Bukan teori basi, tapi solusi nyata biar zakat fitrah Gen Z gak ketinggalan era Web3.​ Ijtihad AI: Fiqih Klasik vs Chatbot Haram Halal Bayangin tanya “Boleh gak trading futures saham syariah?” ke AI yang udah dilatih kitab fiqih ribuan halaman—jawabnya akurat, kontekstual, plus dalil Arab-Inggris. Program studi kami paduin… Read more: Crypto Zakat ala Fiqih Modern: STAI Mujtahadah Jawab Tantangan Digital Umat
  • Menjadi Generasi Ulama yang Siap Menghadapi Tantangan Zaman
    Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat, dunia pendidikan Islam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tidak cukup hanya membekali mahasiswa dengan ilmu agama secara tekstual, tetapi juga kemampuan mengaplikasikan ilmu dalam kehidupan nyata serta menjawab berbagai isu kontemporer. Inilah esensi pendidikan di STAI Mujtahadah: mencetak generasi ulama yang cerdas, adaptif, dan berakhlak mulia. Integrasi Ilmu dan Akhlak STAI Mujtahadah menekankan pentingnya keselarasan antara ilmu dan akhlak. Mahasiswa tidak hanya mempelajari fikih, tafsir, hadis, atau ilmu bahasa Arab, tetapi juga diajarkan untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan… Read more: Menjadi Generasi Ulama yang Siap Menghadapi Tantangan Zaman
  • Ijtihad Digital: STAI Mujtahadah dan AI Etika Islam 2026
    Di era AI yang banjiri hoaks, STAI Mujtahadah latih generasi ijtihad algoritma, padukan fiqih klasik dengan etika tech untuk dakwah adaptif, jawab krisis global seperti bias AI di Indonesia.​ Pendidikan Islam: STREAM Plus Berbasis Iman Program Pendidikan Islam terapkan STREAM Plus (Science, Tech, Religion, Engineering, Arts, Math, Sport), bentuk guru moderat yang kuasai madrasah digital layani 500K siswa jauh, tanpa lepas akhlak.​Ust. Ahmad Fauzi tekankan: “Teori plus nilai Islam jadi fondasi moral.”​Repeatable: kurikulum update tahunan via kajian kontemporer, mahasiswa riset aplikasi lokal.​ Penelitian: Kajian Islam Kontemporer AI Pilar… Read more: Ijtihad Digital: STAI Mujtahadah dan AI Etika Islam 2026
  • Persiapan Haji 2026: Tantangan dan Peluang bagi Jamaah Indonesia
    Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menjadi topik hangat di awal tahun ini, dengan kuota Indonesia tetap 221.000 jemaah yang terdiri dari 203.320 reguler dan 17.680 khusus. Pemerintah mendorong persiapan lebih dini mengikuti timeline Arab Saudi yang dimajukan, termasuk batas akhir visa pada 1 Syawal 1447 H atau 20 Maret 2026.​ Kuota dan Biaya Haji Indonesia memperoleh kuota haji 2026 sebanyak 221.000, sama dengan tahun sebelumnya meski ada isyarat penambahan potensial seiring peningkatan fasilitas Saudi. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) diusulkan Rp88.409.450 per jemaah, dengan penurunan sekitar Rp1… Read more: Persiapan Haji 2026: Tantangan dan Peluang bagi Jamaah Indonesia
  • STAI Mujtahadah Ikut Gelombang Solidaritas Islam: Mahasiswa Dakwah Bantu Korban Banjir Sumatera yang Tewaskan 1.135 Jiwa!
    Bencana banjir bandang Sumatera sejak akhir November 2025 tewaskan 1.135 orang, 275 hilang, dan 882 ribu pengungsi—11 daerah perpanjang tanggap darurat hingga akhir Desember, termasuk pesantren NU hancur di Aceh-Sumut-Sumbar. STAI Mujtahadah bangga dorong mahasiswa seperti UIN Suska Riau yang salur 150 karung beras plus popok ke Agam via “Peduli Sumatera”—dakwah nyata lahirkan relawan trauma healing UIR!​ Bencana Sumatera: Ujian Dakwah Ekologis Menko PMK Pratikno pastikan pemulihan non-stop, tapi Muhammadiyah catat 1.068 jiwa tewas per 19 Desember—Dewan Dakwah lepas konvoi tahap II truk logistik ke Aceh-Sumbar, serukan dakwah… Read more: STAI Mujtahadah Ikut Gelombang Solidaritas Islam: Mahasiswa Dakwah Bantu Korban Banjir Sumatera yang Tewaskan 1.135 Jiwa!
  • Dakwah Viral 2025: Reels Islami Gen Z yang Cuan & Parenting Anti-Gadget!
    Dakwah digital kuasai Indonesia 2025, dengan TikTok-Reels klip 15 detik “doa rezeki instan” capai miliaran views, ubah masjid jadi studio konten yang jangkau Gen Z lewat podcast solusi utang-jodoh. Ekonomi syariah meledak aset Rp10.257T, dorong fintech halal dan wakaf produktif jadi cuan santai tanpa riba.​ Konten Dakwah: Mimbar Jadi Reels Gila TikTok-Reels mesin viral gerbang YouTube panjang, tema motivasi hidup (95%) picu share massal seperti “sabar hadapi PHK” atau “jodoh halal era AI”. Islamic Digital Fest 2025 transformasi masjid melek tech, kolab pemerintah bikin dakwah rahmatan lil alamin… Read more: Dakwah Viral 2025: Reels Islami Gen Z yang Cuan & Parenting Anti-Gadget!
  • Radikalisasi Digital dan Krisis Moderasi Beragama
    Indonesia lagi goyah di tengah badai radikalisasi online dan intoleransi yang makin marak, dengan hoaks agama picu konflik dan pemuda terpapar dakwah ekstrem via TikTok setiap hari—laporan Setara Institute catat lonjakan pelanggaran kebebasan beragama 30% tahun ini. STAI Mujtahadah jawab tantangan itu lewat pendidikan Islam humanis yang padu ilmu modern, penelitian, dan pengabdian—bukan sekadar hafalan tapi amal nyata buat umat damai.​ Medsos Jadi Ladang Radikal, Pemuda Gampang Terjebak Hoaks keagamaan nyebar kenceng: ayat dipotong konteks buat provokasi, bikin ribut antar mazhab atau antar agama, sementara Gen Z yang… Read more: Radikalisasi Digital dan Krisis Moderasi Beragama
  • Pendidikan Islam di Era Digital: Menjaga Iman di Tengah Gempuran Teknologi
    Di zaman sekarang, gadget dan internet sudah jadi teman sehari-hari anak muda kita. Tapi, bagaimana caranya agar pendidikan Islam tetap relevan tanpa ketinggalan zaman?​ Tantangan Utama Saat Ini Pendidikan agama sering dianggap kuno karena kurang memanfaatkan teknologi, padahal tren 2025 justru menuntut integrasi AI dan e-learning untuk pembelajaran yang adaptif. Banyak guru PAI masih bergulat dengan waktu terbatas dan kompetensi digital, sehingga siswa lebih suka scroll TikTok daripada hafal surah.​ Ini bukan soal menolak kemajuan, melainkan bagaimana nilai-nilai Islam seperti akhlak dan hikmah bisa “nyambung” dengan platform digital… Read more: Pendidikan Islam di Era Digital: Menjaga Iman di Tengah Gempuran Teknologi
  • 7 Mukjizat Sains Al-Qur’an yang Baru Terbukti di 2025: Rahasia Ilmu 1400 Tahun Lalu
    Al-Qur’an menyimpan petunjuk ilmiah yang baru terungkap oleh sains modern, membuktikan keselarasan wahyu dengan penemuan terkini. Fakta anti-mainstream ini jarang dibahas, tapi bisa mengubah pandangan tentang Islam dan ilmu pengetahuan. Temukan 7 mukjizat yang mendidik dan viral di kalangan peneliti.​ Embriologi Janin yang Akurat Al-Qur’an menggambarkan tahap janin dari nutfah (cairan) menjadi alaqah (segumpal darah) dan mudghah (daging kunyah), persis seperti embriologi modern yang baru ditemukan abad 20. Dr. Maurice Bucaille menyatakan ayat ini mustahil diketahui di abad ke-7 tanpa wahyu ilahi. Penelitian 2025 konfirmasi urutan ini via… Read more: 7 Mukjizat Sains Al-Qur’an yang Baru Terbukti di 2025: Rahasia Ilmu 1400 Tahun Lalu
  • AI Agentic: Revolusi Agen Cerdas yang Mengubah Hidup Sehari-hari di 2025
    AI agentic mewakili tren teknologi terdepan tahun 2025, di mana agen mesin otonom menyelesaikan tugas kompleks tanpa campur tangan manusia, melampaui chatbot konvensional. Contohnya mencakup mobil otonom, otomasi robotik, dan asisten virtual mandiri yang mengelola jadwal hingga pengambilan keputusan bisnis. Tren ini diprediksi mendominasi berkat kemampuan adaptifnya terhadap kebutuhan pengguna.​ Bagaimana AI Agentic Bekerja di Balik Layar Sistem ini mengintegrasikan generative AI multi-modal dengan pemrosesan data real-time, memungkinkan agen memahami teks, gambar, dan suara secara bersamaan. Dibantu jaringan 5G dan edge computing, agen beroperasi dengan latensi rendah, menghubungkan… Read more: AI Agentic: Revolusi Agen Cerdas yang Mengubah Hidup Sehari-hari di 2025
  • AICIS+ 2025: Islam-Sains Guncang Krisis Global dengan 230 Makalah Elite
    AICIS+ 2025 tarik 2.434 abstrak dari 31 negara, pilih 230 makalah unggul bahas ekoteologi Islam lawan krisis iklim via transformasi teknologi berkelanjutan. Inovasi Riset Expo pamerkan karya madrasah layak Scopus, buktikan generasi muda Islam siap publikasikan riset global.​ Ilmuwan Muslim Modern Raih Nobel Ahmed Zewail rebut Nobel Kimia 1999 via femtokimia, ukur reaksi atomik femtodetik untuk revolusi kimia molekuler. Aziz Sancar Nobel 2015 jelaskan DNA repair mekanistik, bantu obat kanker; Nergis Mavalvala deteksi gelombang gravitasi LIGO di MIT. Mereka lanjutkan Zaman Emas Islam ala Ibn Sina.​ Dakwah Digital… Read more: AICIS+ 2025: Islam-Sains Guncang Krisis Global dengan 230 Makalah Elite
  • Hadapi Radikalisme Digital: Peran STAI Mujtahadah di 2025
    Generasi muda Indonesia kini terpapar ribuan konten ekstrem di medsos, dari propaganda radikal hingga narasi intoleran yang bikin gaduh. STAI Al-Mujtahadah hadir sebagai benteng, gabungkan ilmu agama dengan literasi digital untuk lawan ancaman ini.​ Ancaman Nyata di Genggaman Tangan Bayangin aja, sampai Agustus 2025, BNPT catat 6.402 konten radikalisme dan terorisme nyebar di Instagram, TikTok, sampe masjid virtual. Gen Z paling rawan, propaganda lone-wolf nyusup lewat akun seperti Indonesia Bertauhid, campur narasi anti-bid’ah dengan polarisasi pasca-pemilu. Kasus intoleransi naik jadi 260 peristiwa tahun lalu, termasuk perusakan rumah ibadah… Read more: Hadapi Radikalisme Digital: Peran STAI Mujtahadah di 2025
  • Banjir Sumatera 2025: Krisis Ekologis yang Panggil Dakwah Islam Moderat
    Banjir Sumatera: Fakta Mengerikan Banjir dan longsor sejak akhir November 2025 telah menewaskan 1.059 orang, 192 hilang, dan melukai 7.000 jiwa di Aceh, Sumut, Sumbar, dengan kerugian triliunan rupiah dari rumah rusak, jembatan roboh, dan lahan pertanian tenggelam. Lebih 95% bencana hidrometeorologi seperti ini dipicu krisis iklim dan ulah manusia seperti alih fungsi lahan ekstraktif, meninggalkan desa terisolasi tanpa air bersih atau layanan kesehatan.​ Krisis Ekologis: Akar Masalah Manusia Kerusakan hutan tropis dan konflik korporasi-adat memicu longsor mematikan, di mana 80% banjir disebabkan degradasi lingkungan bukan hujan semata.… Read more: Banjir Sumatera 2025: Krisis Ekologis yang Panggil Dakwah Islam Moderat
  • Radikalisme Digital: Ancaman Baru Generasi Z
    Media sosial jadi ladang subur radikalisasi lone-wolf dan pemuda, dengan narasi ekstremisme online menyasar komunitas rentan akibat kemiskinan dan celah pendidikan moderat. Kasus intoleransi seperti pembubaran ibadah paksa dan kekerasan berujung tewas makin marak, sementara Global Terrorism Index 2025 catat tren aman tapi stigma “terorisme Islam” picu polarisasi sosial. STAI Mujtahadah jawab tantangan ini lewat pendidikan Islam terpadu yang tanam moderasi dan literasi digital.​ Hoaks Politik: Politikus vs Umat Moderat Survei Reuters 2025 ungkap politikus dan influencer sumber hoaks terbesar, dorong perpecahan via deepfake dan disinformasi politik yang… Read more: Radikalisme Digital: Ancaman Baru Generasi Z
  • Krisis Karakter Remaja dan Intoleransi di Era Digital: Misi Kampus Islam STAI Mujtahadah
    Indonesia sedang menghadapi krisis pendidikan karakter yang mengkhawatirkan, dengan maraknya kekerasan pelajar, perundungan ekstrem, penyalahgunaan narkoba, dan hilangnya rasa hormat terhadap guru bahkan di tingkat SD. Fenomena ini diperburuk oleh pengaruh media sosial yang negatif, di mana budaya digital sering menumbuhkan individualisme, hedonisme, dan batas moral yang kabur di kalangan Gen Z dan Alpha.​ Kasus intoleransi beragama juga meningkat, termasuk kekerasan antar pelajar berbasis perbedaan keyakinan yang berujung tragis, seperti kematian siswa SD di Indragiri Hulu akibat perundungan agama. Laporan lembaga hak asasi mencatat delapan kasus intoleransi sepanjang… Read more: Krisis Karakter Remaja dan Intoleransi di Era Digital: Misi Kampus Islam STAI Mujtahadah
  • Ulama Muda Mujtahadah Padamkan Api Hoaks Agama di Indonesia
    Banjir Sumatra Desember 2025 picu lonjakan hoaks radikal di medsos, eksploitasi korban Aceh-Riau oleh kelompok ekstrem dengan narasi bencana ilahi, tingkatkan konflik antaragama saat literasi Islam moderat minim.​ Hoaks Agama Viral: Banjir Jadi Bahan Bakar Ekstremisme Platform TikTok banjiri konten dakwah radikal pascabencana, klaim banjir hukuman dosa tingkatkan rekrutmen pemuda rentan trauma, sementara moderasi beragama kalah saing algoritma sensasional. Di Riau-Aceh, 70% pemuda kurang paham fatwa digital, perburuk polarisasi saat bantuan zakat jadi ajang provokasi. Penelitian Kemenag catat peningkatan 35% hate speech agama online sejak banjir.​ Tantangan Dakwah:… Read more: Ulama Muda Mujtahadah Padamkan Api Hoaks Agama di Indonesia
  • Radikalisme Digital di Indonesia 2025: 6.402 Konten Ekstrem Mengancam Generasi Muda
    BNPT mencatat 6.402 konten radikalisme dan terorisme di media sosial hingga Agustus 2025, dengan propaganda menyusup ke masjid dan platform digital menarget Gen Z. Kasus intoleransi naik menjadi 260 peristiwa pada 2024, termasuk perusakan rumah ibadah dan kekerasan berbasis agama seperti kematian siswa SD di Riau akibat perundungan. Kelompok radikal manfaatkan Instagram untuk kampanye anti-bid’ah dan narasi ekstrem, geser pemahaman moderat Islam Nusantara.​ Ancaman Media Sosial dan Polarisasi Instagram jadi arena utama penyebaran wacana radikal via akun seperti Indonesia Bertauhid, dengan self-radicalization lone-wolf tingkatkan risiko. Polarisasi pasca-pemilu perburuk… Read more: Radikalisme Digital di Indonesia 2025: 6.402 Konten Ekstrem Mengancam Generasi Muda
  • Generasi Z Islam: Bangun Benteng Moral Lawan Krisis Etika 2025
    Revolusi Akhlak Digital: STAI Mujtahadah Lawan Krisis Moral Pemuda Indonesia 2025 Generasi muda Indonesia 2025 terjebak krisis etika parah, dengan tawuran kampus meroket, bullying online merajalela, dan gaya hidup hedonis yang hancurkan solidaritas sosial. Media sosial banjiri konten toksik ke 88,99% anak usia dini, picu pergaulan bebas, judi daring, hingga kekerasan seksual yang lemahkan fondasi bangsa. Ekonomi lesu—inflasi 2,21%, upah Rp 3,09 juta—percepat individualisme, ancam 9,48 juta kelas menengah jatuh miskin.​ Musuh Tak Kasat Mata di Genggaman Smartphone jadi senjata utama degradasi moral: egoisme meledak, tanggung jawab luntur,… Read more: Generasi Z Islam: Bangun Benteng Moral Lawan Krisis Etika 2025
  • Di Tengah Krisis Moral dan Kebingungan Agama: Saatnya Lahir Ilmuwan Muslim yang Menyejukkan Zaman
    Banyak kajian menyebutkan meningkatnya degradasi moral remaja: perundungan, kekerasan, ujaran kebencian, pornografi, hingga kecanduan gawai yang mengikis empati dan rasa tanggung jawab sosial. Generasi muda juga mengalami kerapuhan mental akibat paparan konten negatif dan budaya viral yang menormalisasi perilaku menyimpang.​ Tantangan pendidikan Islam di era generasi Z Pendidikan agama Islam sering terjebak pada hafalan dan ceramah satu arah, sementara generasi Z membutuhkan pendekatan dialogis, kontekstual, dan integrasi ilmu agama dengan sains serta isu sosial kontemporer. Akibatnya, tidak sedikit anak muda yang religius secara simbolik, tetapi lemah dalam nalar… Read more: Di Tengah Krisis Moral dan Kebingungan Agama: Saatnya Lahir Ilmuwan Muslim yang Menyejukkan Zaman
  • Krisis Moral di Era Serba Cepat
    Berbagai kajian menyebut meningkatnya kecenderungan kekerasan, perundungan, perilaku menyimpang, dan hilangnya sopan santun sebagai tanda krisis etika di kalangan remaja Indonesia. Akar masalahnya tidak tunggal: kombinasi pendidikan yang terlalu kognitif, minimnya keteladanan, gempuran budaya instan, serta melemahnya peran agama dalam praktik sehari-hari memperparah kondisi ini.​ Polarisasi Agama dan Retaknya PersaudaraanDalam beberapa tahun terakhir, intoleransi dan polarisasi berbasis agama maupun ideologi kembali mencuat di ruang publik. Media sosial sering menjadi medan saling serang, pelabelan, dan generalisasi negatif, sehingga semangat ukhuwah dan persaudaraan sebangsa terkikis oleh narasi saling curiga dan… Read more: Krisis Moral di Era Serba Cepat
  • Hijrah Digital, Islamofobia, dan Ekonomi Syariah: Tiga Medan Juang Baru Mahasiswa Muslim 2025
    Fenomena “hijrah digital” membuat dakwah anak muda di TikTok, YouTube, dan Instagram menjadi tren besar, dengan konten Islami yang dikemas kreatif, singkat, dan sering kali viral. Media sosial menjadi “mimbar baru” bagi generasi muda untuk berbagi nasihat, refleksi, dan kajian ringan, sekaligus menguji kedewasaan beragama di tengah budaya like dan share.​ Riset dakwah digital menyoroti bahwa media sosial efektif menjangkau usia 18–34 tahun, tetapi juga berisiko melahirkan dakwah yang dangkal jika tidak ditopang tradisi ilmu dan bimbingan guru. Karena itu, dibutuhkan pendidik dan dai muda yang kritis, moderat,… Read more: Hijrah Digital, Islamofobia, dan Ekonomi Syariah: Tiga Medan Juang Baru Mahasiswa Muslim 2025
  • Polarisasi Radikal Meledak: STAI Mujtahadah Cetak Muslim Moderat Anti Konflik
    Indonesia retak polarisasi SARA 40% naik, hoaks dakwah ekstrem banjir medsos, korupsi Rp500T/tahun, sementara umat Islam bingung antara syariah modern vs tradisi kaku—ancam peradaban damai di tengah krisis moral 2025. STAI Mujtahadah jawab dengan generasi ilmuwan Muslim: kritis, moderat, dan pengabdi—sinergi pendidikan Islam, riset, plus aksi sosial nyata.​ Dakwah Digital Chaos: Hoaks Kuasai Gen Z, Ulama Moderat Tersingkir Konten radikal viral TikTok bikin konflik umat, 70% anak muda googling fatwa campur aduk sampe bingung halal-haram, sementara dakwah moderat kalah algoritma. Hasil? Polarisasi naik, toleransi turun.​ Pendidikan Islam STAI… Read more: Polarisasi Radikal Meledak: STAI Mujtahadah Cetak Muslim Moderat Anti Konflik
  • Ilmu dan Iman di Persimpangan: Menjawab Tantangan Sosial Indonesia Masa Kini
    Indonesia tengah menghadapi berbagai tantangan sosial yang kompleks di tahun 2025, mulai dari ketimpangan pendidikan, kemiskinan, hingga perubahan gaya hidup yang cepat akibat globalisasi dan digitalisasi. Di tengah kondisi ini, peran intelektual muslim yang menggabungkan ilmu pengetahuan dan nilai spiritual menjadi sangat krusial. Membangun Peradaban dengan Nilai IslamiSTAI Al-Mujtahadah hadir sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada penguasaan ilmu agama, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis dan inovatif dalam menghadapi permasalahan riil bangsa. Pendidikan di sini menanamkan fondasi moral yang kuat agar mahasiswa tidak hanya cerdas intelektual… Read more: Ilmu dan Iman di Persimpangan: Menjawab Tantangan Sosial Indonesia Masa Kini
  • Radikalisme Digital & 6.402 Hoaks Agama: STAI Mujtahadah Cetak Muslim Moderat Lawan Ancaman 2025!
    Indonesia banjir 6.402 konten radikalisme-terorisme hingga Agustus 2025 (BNPT), plus 180.954 blokir hoaks intoleran seperti umrah/haji gratis palsu & dakwah Zakir Naik kontroversial—pemerintah blokir medsos ekstrem, tapi intoleransi naik meski terorisme turun. MUI was-was ustadz medsos tanpa sanad buka pintu radikalisme, sementara indeks toleransi 76% masih rapuh di tengah kiblat baru hoax & panti sosial radikal ditutup Jambi.​ Banjir Propaganda Jihadis: Dari Telegram ke TikTok Gen Z Kelompok seperti ISIS/HTI pakai YouTube, Telegram, & AI deepfake sebarkan dakwah jihadis visual—target urban youth dengan storytelling simbol Quran, rekrut 57%… Read more: Radikalisme Digital & 6.402 Hoaks Agama: STAI Mujtahadah Cetak Muslim Moderat Lawan Ancaman 2025!
  • Krisis Identitas Muslim Indonesia dan Misi STAI Mujtahadah
    41% paparan radikalisme melibatkan usia 15–25 tahun yang mencari-cari arti “menjadi muslim sejati”, sementara kurikulum pendidikan agama masih dikotomi (sains terpisah agama), membuat pemuda bingung menyelaraskan logika sains dengan iman spiritual, menciptakan vakum spiritual yang diisi narasi radikal transnasional (HTI, Wahabi) yang menawarkan “identitas Islam murni” berseragam, terstruktur, dan memukau. Terparah, 70% pemuda muslim Indonesia belum menemukan jembatan antara sains modern dan agama, sehingga banyak yang memilih ekstrim: sekularis (agama dikesampingkan) atau fundamentalis (menolak sains, jadi ahistoris dan intoleran). Saat bersamaan, program deradikalisasi pemerintah masih fokus operasi polisi… Read more: Krisis Identitas Muslim Indonesia dan Misi STAI Mujtahadah
  • Membangun Generasi Muslim Unggul dengan Sinergi Ilmu dan Iman di STAI Mujtahadah
    STAI Mujtahadah bukan sekadar perguruan tinggi biasa. Di sinilah tempat para calon pendidik, da’i, dan akademisi Islam dipersiapkan dengan bekal ilmu yang solid dan nilai spiritual yang kuat, menciptakan harmoni antara ilmu modern dan keislaman. Pilar Utama Pengembangan Mahasiswa Di STAI Mujtahadah, pendidikan tidak hanya soal transfer ilmu, tapi juga pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Tiga pilar utama yang menjadi fokus adalah: Lingkungan Belajar yang Mendukung dan Inspiratif Suasana di kampus STAI Mujtahadah sangat kondusif untuk perkembangan akademik dan spiritual. Dosen-dosen yang inspiratif dan lingkungan yang suportif… Read more: Membangun Generasi Muslim Unggul dengan Sinergi Ilmu dan Iman di STAI Mujtahadah
  • Refleksi Kemanusiaan di Tengah Bencana: Pendidikan Islami yang Menyentuh Hati
    Bencana alam yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kepedulian sosial dan kemanusiaan. Di tengah situasi sulit, nilai-nilai keislaman seperti empati, solidaritas, dan pengabdian masyarakat menjadi pondasi utama dalam membantu sesama. Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Mujtahadah hadir sebagai wadah pendidikan yang tidak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga membangun karakter Islami yang tangguh dan peduli terhadap sesama.​​ Pendidikan Islami yang Humanis Di STAI Mujtahadah, mahasiswa diajarkan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sosial. Kurikulum terpadu antara ilmu agama dan ilmu modern… Read more: Refleksi Kemanusiaan di Tengah Bencana: Pendidikan Islami yang Menyentuh Hati
  • Mahasiswa STAI Mujtahadah Ciptakan App Dakwah AI: Viral 2 Juta Views, Tantang Ulama Internasional!
    Mahasiswa STAI Mujtahadah ukir sejarah dengan app “DakwahBot” berbasis AI yang jawab fatwa syariah real-time via chat, raih 2 juta downloads dalam bulan pertama dan undangan konferensi dakwah digital Malaysia. Proyek pilar Penelitian dan Pengembangan Ilmu ini lahir dari kolaborasi dosen seperti Ust. Ahmad Fauzi, gabungkan hadits digital dengan machine learning untuk cegah hoaks agama di TikTok Gen Z. Mirip prestasi STAI lain di IC-Riitel 2025 Universiti Malaya, tunjukkan STAI Mujtahadah jadi “Al-Azhar digital” lokal yang cetak ilmuwan muslim moderat.​ Rahasia App yang Bikin Netizen KetagihanTim pengembang dari… Read more: Mahasiswa STAI Mujtahadah Ciptakan App Dakwah AI: Viral 2 Juta Views, Tantang Ulama Internasional!
  • Menghidupkan Semangat Ijtihad di Era Scrolling: Dakwah di Ruang Digital
    Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah didirikan di atas semangat Ijtihad—upaya sungguh-sungguh untuk merumuskan hukum dan solusi Islam atas masalah kontemporer. Di masa lalu, Ijtihad dilakukan di majelis ilmu yang sunyi; kini, medan pertempuran gagasan telah pindah ke layar smartphone kita. Setiap hari, miliaran informasi keagamaan beredar cepat di media sosial—dari quotes inspiratif hingga fatwa instan. Pertanyaannya: Bagaimana peran sarjana STAI Mujtahadah dalam memastikan suara kebenaran, kearifan, dan metodologi Ahlussunnah wal Jama’ah mendominasi ruang digital yang serba cepat ini? 💡 Dari Kitab Kuning ke Konten Digital: Peran Baru… Read more: Menghidupkan Semangat Ijtihad di Era Scrolling: Dakwah di Ruang Digital
  • Sejumlah Permasalahan Mendesak & Peran Edukasi untuk Solusi
    🌍 Realita Sosial-Ekonomi: Tekanan Biaya Hidup & Tantangan Lapangan Kerja Implikasi: Banyak keluarga terutama di kelas menengah ke bawah merasa tertekan — harus menekan pengeluaran penting seperti pendidikan, kesehatan, dan gizi. Ini juga membuat harapan generasi muda untuk pendidikan dan karier stabil menjadi tidak mudah. ⚠️ Ketimpangan & Kerentanan Sosial — Perbedaan Peluang Antara Kota & Desa, Kaya & Kurang Mampu Implikasi: Ketimpangan ini bisa menghambat mobilitas sosial, akses pendidikan, layanan kesehatan, dan kesempatan berkarier — membuat sebagian masyarakat terperangkap dalam situasi rentan jangka panjang. 🎓 Pendidikan &… Read more: Sejumlah Permasalahan Mendesak & Peran Edukasi untuk Solusi
  • Peran Mahasiswa STAI dalam Menghidupkan Ekosistem Digital Masjid
    I. Pembuka: Antara Mimbar dan Algoritma II. Tantangan Masjid di Era 5.0: Jembatan Generasi yang Hilang III. Solusi Inovatif: Proyek ‘Masjid Smart’ oleh Mahasiswa STAI IV. Mengapa Inovasi Ini Penting untuk Lulusan STAI? V. Penutup: STAI Mujahadah, Mencetak Ulama Digital
  • STAI Al-Mujtahadah: Keislaman untuk Kemandirian Umat dan Modernisasi Pendidikan
    Tuntutan mutakhir bagi institusi pendidikan tinggi adalah menjadi “Kampus Berdampak” melalui Hilirisasi Riset. Bagi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah, agenda ini memiliki makna ganda: menjaga kedalaman ilmu keislaman sekaligus menerjemahkannya menjadi solusi nyata bagi persoalan sosial, pendidikan, dan ekonomi umat di tengah modernitas. STAI Al-Mujtahadah berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap kajian Fikih, Tafsir, dan Tarbiyah tidak hanya memperkaya literatur, tetapi juga menjadi instrumen perubahan yang memberdayakan masyarakat. 📚 Riset Keislaman Vokasi: Dari Kitab Kuning ke Solusi Komunitas Di STAI, konsep hilirisasi berarti mengubah kekayaan ilmu agama menjadi… Read more: STAI Al-Mujtahadah: Keislaman untuk Kemandirian Umat dan Modernisasi Pendidikan
  • Peran Sarjana Hukum Keluarga STAI Al-Mujtahadah dalam Merumuskan Fikih Digital Parenting
    Gawai dan internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan anak dan remaja. Sementara teknologi menawarkan akses ke ilmu pengetahuan, ia juga membawa risiko serius yang mengancam psikis dan moral anak: Paparan konten dewasa, cyberbullying, grooming, dan adiksi gawai yang mengganggu tumbuh kembang dan Tarbiyah mereka. Permasalahan hari ini adalah: Banyak orang tua Muslim yang merasa tidak siap menghadapi tantangan Digital Parenting ini, dan literatur Fikih Keluarga (Munakahat) belum secara spesifik merumuskan panduan hukum dan etika yang komprehensif untuk melindungi anak di dunia maya. Sekolah Tinggi Agama Islam… Read more: Peran Sarjana Hukum Keluarga STAI Al-Mujtahadah dalam Merumuskan Fikih Digital Parenting
  • Mempersiapkan Sarjana Syariah untuk Menguji Validitas E-Talak
    Kehidupan modern telah mengubah cara komunikasi, termasuk dalam urusan rumah tangga yang paling sensitif: perceraian. Saat ini, tidak jarang proses Talak diucapkan atau dikirimkan hanya melalui pesan singkat di WhatsApp, voice note, atau media sosial (E-Talak). Permasalahan hari ini adalah: Banyak pasangan dan bahkan praktisi hukum yang kesulitan dalam menentukan validitas hukum (syar’i) dan kekuatan pembuktian talak yang terjadi secara digital. Apakah talak melalui chat sama kuatnya dengan talak lisan langsung? Bagaimana pengadilan agama dapat membuktikan keaslian pengirim pesan (otentisitas digital)? Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru,… Read more: Mempersiapkan Sarjana Syariah untuk Menguji Validitas E-Talak
  • Melawan Ponzi Scheme dan Investasi Fiktif
    Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi Syariah, muncul fenomena gelap yang memanfaatkan label agama: Investasi Bodong, Skema Ponzi, dan Money Game yang dikemas dengan istilah-istilah Islami. Permasalahan hari ini adalah: Kurangnya literasi keuangan syariah yang mendalam di kalangan umat, yang membuat mereka mudah tergiur oleh janji return tinggi yang tidak realistis, dan gagal membedakan antara investasi Syariah yang sah dengan penipuan yang menggunakan skema Riba atau Gharar (ketidakjelasan) yang diharamkan. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, melihat Ponzi Scheme berkedok… Read more: Melawan Ponzi Scheme dan Investasi Fiktif
  • Mempersiapkan Sarjana Syariah Melawan Food Fraud dan Menjamin Integritas Halal
    Industri pangan global bergerak cepat dan sangat kompleks. Permasalahan hari ini adalah: Peningkatan kasus Food Fraud (Kecurangan Pangan), yaitu tindakan curang yang dilakukan untuk keuntungan ekonomi, seperti penggantian bahan baku mahal dengan bahan baku murah (contoh: mencampur daging halal dengan yang non-halal, atau pemalsuan label organik/sertifikasi). Kecurangan ini tidak hanya melanggar hukum, tetapi secara fundamental merusak integritas kehalalan dan merugikan konsumen Muslim. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, melihat Food Fraud sebagai isu besar dalam Fikih Muamalah Kontemporer. Kami berkomitmen menghasilkan… Read more: Mempersiapkan Sarjana Syariah Melawan Food Fraud dan Menjamin Integritas Halal
  • Menggali Spirit Ijtihad di Kampus
    Di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berubah, umat Islam menghadapi tantangan besar untuk menjaga relevansi ajaran agama dalam kehidupan modern. Inilah esensi dari ijtihad—upaya sungguh-sungguh untuk merumuskan hukum dan solusi baru berdasarkan sumber-sumber Islam otentik (Al-Qur’an dan As-Sunnah). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah hadir dengan misi sentral: mencetak mujtahid masa depan—cendekiawan Muslim yang tidak hanya memahami tradisi, tetapi juga mampu beradaptasi dan memberikan solusi kontemporer. Pilar Pendidikan Tinggi Agama di Tengah Arus Modernitas Pendidikan tinggi Islam hari ini harus melampaui pembelajaran teoretis. STAI Mujtahadah… Read more: Menggali Spirit Ijtihad di Kampus
  • Peran Strategis Perguruan Tinggi Islam di Era Modern
    Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, perguruan tinggi Islam memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam akhlak dan spiritualitas. Melalui perpaduan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam, perguruan tinggi dapat menjadi garda terdepan dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan siap berkontribusi kepada masyarakat. Pendidikan Islam sebagai Pondasi Peradaban Dalam sejarah peradaban, pendidikan Islam terbukti memainkan peran penting dalam melahirkan ilmuwan, pemikir, dan ulama yang berpengaruh di berbagai bidang. Perguruan tinggi Islam modern melanjutkan tradisi tersebut dengan… Read more: Peran Strategis Perguruan Tinggi Islam di Era Modern
  • STAI Mujtahadah Membangun Jembatan antara Tradisi dan Modernitas
    Di era polarisasi dan fragmentasi, umat Islam menghadapi dilema yang semakin mendalam: bagaimana mempertahankan identitas spiritual dan nilai-nilai Islam yang kuat, sambil tetap terbuka terhadap ilmu pengetahuan modern, teknologi, dan keberagaman pemikiran? Dilema ini bukan sekadar akademis. Ini adalah pertanyaan yang menentukan masa depan umat Islam. Sebab, jika kita gagal menjawabnya dengan baik, kita akan terus menghasilkan generasi muslim yang terbelah—mereka yang memilih antara menjadi “tradisionalis murni yang tertinggal dari dunia modern” atau “modernist sekuler yang kehilangan akar spiritual mereka.” Padahal, Islam sejati—Islam yang universal dan untuk segala… Read more: STAI Mujtahadah Membangun Jembatan antara Tradisi dan Modernitas
  • Jalan Tengah Islam dalam Menghadapi Ekstremisme dan Liberalisme
    STAI Al-Mujtahadah – Di tengah dinamika kehidupan beragama yang semakin kompleks, umat Islam dihadapkan pada dua kutub ekstrem yang sama-sama mengancam: fundamentalisme yang kaku di satu sisi, dan liberalisme yang terlalu permisif di sisi lain. Dalam konteks inilah, konsep moderasi beragama atau wasathiyyah menjadi sangat relevan dan mendesak untuk dipahami serta dipraktikkan. Wasathiyyah: Ajaran Inti Islam Allah SWT berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 143: “Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan (wasathan) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia.” Konsep wasathiyyah atau moderasi… Read more: Jalan Tengah Islam dalam Menghadapi Ekstremisme dan Liberalisme
  • Mempersiapkan Sarjana Syariah untuk Mengatasi Sengketa Hadhanah di Era Digital
    Perceraian selalu menyisakan sengketa yang paling sensitif: Hak Asuh Anak (Hadhanah). Permasalahan hari ini diperparah oleh media sosial. Orang tua yang bertikai sering menggunakan platform digital sebagai medan perang baru, menyebarkan aib pasangan, memengaruhi opini publik, dan bahkan mengekspos anak (sharenting) untuk memenangkan simpati. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang sangat beracun bagi psikologi dan perkembangan anak. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui Program Studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al Syakhshiyah), menyadari bahwa penyelesaian Hadhanah tidak cukup hanya dengan putusan hukum, tetapi membutuhkan intervensi mediasi yang berorientasi… Read more: Mempersiapkan Sarjana Syariah untuk Mengatasi Sengketa Hadhanah di Era Digital
  • STAI Al-Mujtahadah Menjawab Dilema Zakat dan Wakaf dari Kripto dan NFT
    Aset kekayaan umat Islam kini tidak lagi terbatas pada emas, perak, atau properti. Generasi muda Muslim semakin banyak berinvestasi dan menyimpan kekayaan dalam bentuk Aset Digital seperti Cryptocurrency (Kripto), Non-Fungible Tokens (NFT), saldo e-wallet, dan kepemilikan saham digital. Permasalahan hari ini bagi Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan masyarakat adalah: Bagaimana Fikih menetapkan kewajiban Zakat dan potensi Wakaf dari aset-aset non-fisik yang nilainya fluktuatif dan skemanya baru? Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, menyadari bahwa isu ini memerlukan interpretasi Fikih Kontemporer yang… Read more: STAI Al-Mujtahadah Menjawab Dilema Zakat dan Wakaf dari Kripto dan NFT
  • Analisis STAI Al-Mujtahadah Terhadap Skema Upah dan Gharar dalam Ekonomi Gig Worker
    Ekonomi Gig Worker—sektor yang melibatkan pekerja lepas, driver online, dan penyedia jasa melalui platform digital—telah menjadi tulang punggung lapangan kerja baru, terutama bagi generasi muda Muslim. Permasalahan hari ini adalah: Banyak skema penetapan harga dan pembagian hasil (komisi) yang diterapkan oleh platform digital masih menimbulkan keraguan syariah. Apakah komisi yang dipotong platform termasuk Riba? Apakah ketidakpastian pendapatan harian termasuk Gharar (ketidakjelasan)? Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui program studi Hukum Ekonomi Syariah, berkomitmen menghasilkan Sarjana Syariah yang mampu menganalisis dan memberikan solusi atas dilema Fikih Kontemporer… Read more: Analisis STAI Al-Mujtahadah Terhadap Skema Upah dan Gharar dalam Ekonomi Gig Worker
  • Gelombang Perceraian Pasca-Pandemi
    Indonesia kini menghadapi “gelombang” peningkatan angka perceraian yang signifikan, terutama setelah berakhirnya pembatasan pandemi. Tekanan ekonomi, ketidakcocokan yang terungkap selama lockdown, dan masalah komunikasi digital menjadi pemicu utama. Kondisi ini menempatkan Peradilan Agama di garda terdepan dalam menghadapi lonjakan kasus sengketa rumah tangga, mulai dari tuntutan cerai talak, gugat cerai, hingga perebutan hak asuh anak. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui program studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al Syakhshiyah), menyadari bahwa solusi atas krisis ini tidak cukup hanya dengan putusan pengadilan. Dibutuhkan Sarjana Syariah yang memiliki… Read more: Gelombang Perceraian Pasca-Pandemi
  • Kontribusi Sarjana Syariah STAI Al-Mujtahadah dalam Modernisasi Hukum Keluarga Indonesia
    Hukum Keluarga Islam (HKI), yang di Indonesia diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan menjadi wilayah kewenangan Peradilan Agama, adalah ranah hukum yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari umat. Namun, HKI terus dihadapkan pada tantangan modern, mulai dari isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hak-hak perempuan, hingga sengketa harta bersama yang kompleks. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru, melalui program studi Hukum Keluarga Islam (Ahwal Al Syakhshiyah), bertekad menghasilkan Sarjana Syariah yang bukan hanya memahami Fikih Klasik, tetapi juga mampu menjadi agen modernisasi dan penegak keadilan di… Read more: Kontribusi Sarjana Syariah STAI Al-Mujtahadah dalam Modernisasi Hukum Keluarga Indonesia
  • Menggagas Ulang Tabayyun di Era Post-Truth
    Kita hidup di zaman yang paradoksal. Informasi ada di ujung jari, namun kebenaran terasa semakin sulit ditemukan. Era ini sering disebut sebagai era post-truth (pasca-kebenaran), di mana narasi emosional dan keyakinan pribadi seringkali lebih berpengaruh daripada fakta objektif. Di tengah “tsunami informasi” media sosial, hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian menyebar lebih cepat daripada virus. Akibatnya jelas: polarisasi sosial, krisis kepercayaan, dan degradasi nalar kritis di tengah masyarakat, termasuk di kalangan umat. Bagi sebuah institusi pendidikan tinggi Islam seperti STAI Mujtahadah, ini bukan sekadar masalah teknologi. Ini adalah masalah… Read more: Menggagas Ulang Tabayyun di Era Post-Truth
  • Bagaimana STAI Al-Mujtahadah Menggabungkan Fikih dengan Keterampilan Profesional
    Di era profesionalisme tinggi, pasar kerja menuntut lebih dari sekadar penguasaan teori. Sarjana di bidang Syariah kini dituntut untuk menjadi eksekutor ahli—yaitu, mampu menerjemahkan prinsip-prinsip Fikih yang mendalam menjadi solusi dan prosedur kerja yang berlaku di dunia nyata, baik itu di kantor lembaga keuangan syariah maupun di ruang pengadilan agama. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru menyadari bahwa dualisme ini adalah kekuatan. Institusi ini berkomitmen untuk menghasilkan Sarjana Syariah yang memiliki dua kekuatan utama: kedalaman ilmu Fikih (knowledge) dan keterampilan profesional (skills) yang siap pakai di industri.… Read more: Bagaimana STAI Al-Mujtahadah Menggabungkan Fikih dengan Keterampilan Profesional
  • Bagaimana STAI Al-Mujtahadah Menjawab Tantangan Ekonomi dan Sosial Muslim Era Modern
    Di era yang didominasi oleh teknologi finansial (FinTech), e-commerce, dan perubahan struktur sosial yang cepat, umat Muslim dihadapkan pada berbagai isu baru yang menuntut fatwa dan solusi hukum yang relevan. Fikih, sebagai ilmu hukum Islam, harus dinamis dan mampu memberikan jawaban atas fenomena kontemporer tanpa mengorbankan prinsip-prinsip syariah yang fundamental. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Mujtahadah Pekanbaru dirancang untuk menjadi inkubator bagi fikih kontemporer. Institusi ini tidak hanya mengajarkan warisan hukum Islam yang klasik, tetapi secara aktif melatih mahasiswa untuk melakukan ijtihad (penalaran hukum) dalam konteks modern. STAI… Read more: Bagaimana STAI Al-Mujtahadah Menjawab Tantangan Ekonomi dan Sosial Muslim Era Modern
  • Mengintegrasikan Kearifan Lokal Dayak dan Melayu dalam Pendidikan Islam
    Kalimantan Barat adalah mozaik budaya yang kaya, dihuni oleh berbagai suku bangsa, dengan suku Dayak dan Melayu sebagai penopang utama. Bagi lembaga pendidikan Islam seperti Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah, peran penting kami adalah memastikan bahwa ajaran Islam yang disampaikan tidak terlepas dari konteks budaya setempat. Integrasi Kearifan Lokal (local wisdom) adalah kunci untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya alim secara agama, tetapi juga arif secara sosial dan budaya. Kami berkomitmen mencetak sarjana yang mampu melakukan Mujahadah (kesungguhan) dalam berijtihad untuk menemukan titik temu antara ajaran agama… Read more: Mengintegrasikan Kearifan Lokal Dayak dan Melayu dalam Pendidikan Islam
  • STAI Mujtahadah dalam Menguatkan Islam Wasathiyyah di Kalimantan Barat
    Kalimantan Barat, dengan keberagaman etnis dan agamanya, membutuhkan fondasi ideologis yang kuat untuk menjaga kerukunan. Islam Wasathiyyah (Islam Moderat) adalah fondasi tersebut—yaitu ajaran Islam yang mengedepankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi (tawassuth, ta’adul, tasamuh). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah berkomitmen menjadi Mercusuar Kerukunan, menginternalisasi dan menyebarkan nilai-nilai moderasi ini. Kami percaya bahwa semangat Mujahadah (kesungguhan) harus diarahkan pada upaya menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. Lulusan kami dipersiapkan untuk menjadi ulama dan pendidik moderat yang mampu menyejukkan. 1. Kurikulum Inti Wasathiyyah Konsep moderasi disuntikkan ke dalam setiap program… Read more: STAI Mujtahadah dalam Menguatkan Islam Wasathiyyah di Kalimantan Barat
  • Mengapa Itqan Bahasa Arab dan Inggris di STAI Mujtahadah Adalah Kunci Sarjana Global
    Di era globalisasi, seorang sarjana muslim yang paripurna (mutakamil) harus menguasai dua bahasa kunci: Bahasa Arab sebagai gerbang ke ilmu turats (klasik) dan Bahasa Inggris sebagai kunci ke ilmu pengetahuan kontemporer dan komunikasi global. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah menempatkan penguasaan bahasa (itqan) sebagai pilar utama dalam kurikulumnya, mencetak lulusan yang siap mengakses sumber ilmu dari Barat dan Timur. Semangat Mujahadah (kesungguhan) kami terapkan dalam program intensif bahasa, memastikan lulusan siap bersaing di kancah nasional maupun internasional. 1. Penguasaan Bahasa Arab: Menyelami Sumber Primer Bahasa Arab bukan… Read more: Mengapa Itqan Bahasa Arab dan Inggris di STAI Mujtahadah Adalah Kunci Sarjana Global
  • Peran STAI Mujtahadah dalam Menguatkan Islam Wasathiyyah di Kalimantan Barat
    Kalimantan Barat, dengan keberagaman etnis dan agamanya, membutuhkan fondasi ideologis yang kuat untuk menjaga kerukunan. Islam Wasathiyyah (Islam Moderat) adalah fondasi tersebut—yaitu ajaran Islam yang mengedepankan keseimbangan, keadilan, dan toleransi (tawassuth, ta’adul, tasamuh). Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah berkomitmen menjadi Mercusuar Kerukunan, menginternalisasi dan menyebarkan nilai-nilai moderasi ini. Kami percaya bahwa semangat Mujahadah (kesungguhan) harus diarahkan pada upaya menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa. Lulusan kami dipersiapkan untuk menjadi ulama dan pendidik moderat yang mampu menyejukkan. 1. Kurikulum Inti Wasathiyyah Konsep moderasi disuntikkan ke dalam setiap program… Read more: Peran STAI Mujtahadah dalam Menguatkan Islam Wasathiyyah di Kalimantan Barat
  • Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Anti-Korupsi
    Korupsi adalah musuh utama pembangunan dan kesejahteraan umat. Memberantasnya tidak cukup hanya dengan penegakan hukum, tetapi harus dimulai dari akarnya: Pendidikan Karakter dan Integritas sejak dini. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah memandang pencegahan korupsi sebagai bagian integral dari ajaran Mujahadah (kesungguhan) dan Amanah dalam Islam. Kami berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki benteng moral yang kuat, siap menjadi agen perubahan yang jujur dan dapat dipercaya di Kalimantan Barat. 1. Landasan Teologis Anti-Korupsi Pendidikan anti-korupsi di STAI Mujtahadah diperkuat dengan landasan teologis… Read more: Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Anti-Korupsi
  • Pusat Mujahadah dan Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Syariah di Kalimantan Barat
    Pendidikan tinggi Islam hari ini harus melampaui batas-batas kajian teologis semata. Institusi harus menjadi motor penggerak ekonomi umat, khususnya di daerah Kalimantan Barat. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah berkomitmen untuk mengaplikasikan semangat Mujahadah (kesungguhan) dalam ranah ekonomi, dengan fokus mencetak sarjana yang mampu mengembangkan sektor bisnis dan keuangan sesuai prinsip Syariah. Kami berupaya menjadikan kampus sebagai pusat inkubasi bagi ide-ide wirausaha halal, berkontribusi nyata pada kemandirian ekonomi umat. 1. Membangun Kewirausahaan yang Berkah (Barakah) Lulusan STAI Mujtahadah, terutama dari program studi Ekonomi Syariah, tidak hanya dipersiapkan menjadi… Read more: Pusat Mujahadah dan Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Syariah di Kalimantan Barat
  • Memanfaatkan Teknologi 5.0 untuk Kedalaman Studi Islam di STAI Mujtahadah
    Di era Masyarakat 5.0, teknologi bukan lagi menjadi alternatif, melainkan keharusan, termasuk dalam studi ilmu agama. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu turats (klasik), tetapi juga mahir memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan kedalaman studi. Konsep Mujtahadah (kesungguhan) harus didukung oleh sarana modern. Kami mengintegrasikan teknologi dalam dua aspek fundamental: pengajaran Al-Qur’an (Tahfizh) dan penelitian Hadis (Takhrij). 1. Inovasi Digital dalam Pengajaran Al-Qur’an (Tahfizh) Pemanfaatan teknologi membuat proses menghafal dan menguji hafalan Al-Qur’an menjadi lebih terstruktur dan personal:… Read more: Memanfaatkan Teknologi 5.0 untuk Kedalaman Studi Islam di STAI Mujtahadah
  • Peran Strategis STAI Mujtahadah dalam Pemberdayaan Perempuan Berbasis Syariah
    Dalam sejarah Islam, perempuan memegang peran sentral, mulai dari Khadijah RA sebagai pengusaha sukses hingga Aisyah RA sebagai ulama dan rujukan ilmu hadis. STAI Mujtahadah berkomitmen untuk melanjutkan tradisi emas ini dengan mencetak Muslimah Cendekia—yakni perempuan yang unggul dalam ilmu pengetahuan dan kuat dalam akhlak, serta mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan masyarakat, khususnya di Pontianak dan Kalimantan Barat. Pemberdayaan perempuan berbasis Syariah bukan hanya soal memberi hak, tetapi tentang mengoptimalkan potensi yang sudah dijamin oleh Islam. 1. Optimalisasi Potensi Melalui Ilmu Tarbiyah Program studi di STAI Mujtahadah, seperti… Read more: Peran Strategis STAI Mujtahadah dalam Pemberdayaan Perempuan Berbasis Syariah
  • Mewujudkan Mujahadah dalam Mengelola Harta dan Bisnis yang Berkah
    Di era konsumerisme dan kemudahan akses pinjaman online (pinjol), kemampuan mengelola keuangan—atau Literasi Keuangan—bukan lagi sekadar keahlian hidup, melainkan keharusan moral dan spiritual. Bagi umat Islam, literasi ini harus dilandasi prinsip Syariah, di mana setiap transaksi bertujuan mencapai keberkahan (barakah) dan menghindari praktik riba, gharar, dan maysir. Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah berkomitmen untuk membekali mahasiswanya dengan kecerdasan keuangan Syariah, memastikan bahwa semangat mujahadah (bersungguh-sungguh) diimplementasikan tidak hanya dalam ibadah, tetapi juga dalam mengelola harta. 1. Kecerdasan Finansial untuk Mahasiswa Literasi keuangan harus dimulai dari diri sendiri.… Read more: Mewujudkan Mujahadah dalam Mengelola Harta dan Bisnis yang Berkah
  • Masa Depan Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan
    Kecerdasan Buatan (AI) telah merevolusi hampir setiap sektor, dan pendidikan Islam tidak terkecuali. Tantangannya adalah bagaimana memanfaatkan AI sebagai alat bantu pembelajaran (tool) tanpa mengurangi esensi dari nilai-nilai spiritual dan interaksi kemanusiaan (Tarbiyah). STAI Mujtahadah berkomitmen untuk mempersiapkan lulusannya agar mampu beradaptasi dengan revolusi teknologi ini. Kami percaya, AI bukanlah ancaman, melainkan partner strategis bagi cendekiawan Muslim di masa depan. 1. Memanfaatkan AI dalam Studi Ilmu Agama Mahasiswa STAI Mujtahadah dilatih untuk menggunakan teknologi canggih untuk memperdalam kajian keislaman: 2. AI sebagai Alat Bantu Guru PAI dan MPI… Read more: Masa Depan Pendidikan Islam di Era Kecerdasan Buatan
  • Kunci Sukses Akademik dan Etos Entrepreneur Syariah
    Kata Mujahadah—yang berarti bersungguh-sungguh, berjuang, dan berusaha keras—bukan hanya sekadar konsep tasawuf, tetapi juga merupakan pilar utama dalam mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat. Di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Mujtahadah, konsep ini menjadi ruh yang menjiwai setiap aspek pendidikan dan pengajaran. Kami percaya bahwa untuk menghasilkan sarjana Islam yang kompeten dan berintegritas, mereka harus terlebih dahulu memiliki etos mujahadah yang kuat, baik di ruang kuliah maupun di medan pengabdian. 1. Mujahadah dalam Ranah Akademik Menjadi mahasiswa studi Islam, baik di bidang Pendidikan, Syariah, maupun Ekonomi Islam, membutuhkan… Read more: Kunci Sukses Akademik dan Etos Entrepreneur Syariah